- . Apakah yang dmaksud dengan isotop?
Jawab
Isotop adalah bentuk dari unsur yang
nukleusnya memiliki nomor atom yang sama, tetapi jumlah proton di nukleus
dengan massa atom yang berbeda karena mereka memiliki jumlah neutron yang
berbeda.
2. Apa yang dimaksud dengan uranium yang diperkaya?
Jawab
Uranium yang diperkaya adalah tipe
uranium yang persen komposisi uranium-235 nya telah ditingkatkan melalui proses
pemisahan isotop. Uranium murni mengandung 99,284% isotop 238U, dan 235U hanya
sekitar 0,711% berat saja. 235U adalah satu-satunya nuklida yang bersifat fisil
dengan neutron termal.
3. Apa beda proses reaksi berantai dalam reaktor nuklir dengan pada atom?
Jawab
Reaksi
berantai pada Reaktor Nuklir
Semua PLTN komersial yang ada dinunia menggunakan reaksi nuklir berantai.
Pada umumnya reaktor jenis ini menggunakan bahan bakar nuklir Uranium dan
reaktor jenis ini akan menghasilkan Plutonium, meskipun dimungkinkan juga menggunakan
siklus bahan bakar Thorium. Reaktor fisi dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar
berdasarkan energy neutron yang digunakan dalam proses fisi, yaitu:
·
Reaktor thermal (lambat) menggunakan neutron lambat atau neutron thermal.
Reaktor ini bercirikan mempunyai moderator neutron / material pelambat yang
ditujukan untuk melambatkan neutron sampai mempunyai energi kinetik rerata
partikel yang ada disekitarnya, dengan kata lain, sampai mereka
"dithermalkan". Reaktor termal, reaktor jenis ini menggunakan neutron
lambat atau neutron thermal. Hampir semua reaktor yang ada saat ini adalah
reaktor jenis reaktor termal. Reaktor ini mempunyai bahan moderasi neutron yang
dapat memperlambat neutron hingga mencapai energy termal. Kemungkinan
(propabilitas) lebih besar terjadinya reaksi fisi antara neutron termal dan
bahan fisil seperti Uranium 235, Plutonium 239 dan Plutonium 241 dan akan
mempunyai kemungkinan lebih kecil terjadinya reaksi fisi dengan Uranium 238.
Dalam reaktor jenis ini, biasanya pendingin juga berfungsi sebagai moderator
neutron, reaktor jenis ini umumnya menggunakan pendingin air dalam tekanan
tinggi untuk meningkatkan titik didih air pendingin. Reaktor ini diwadahi dalam
suatu tanki reaktor yang didalamnya dilengkapi dengan instrumentasi pemantau
dan pengendali reaktor, pelindung radiasi dan gedung containment
·
Reaktor cepat, reaktor jenis ini menggunakan neutron cepat untuk
menghasilkan fisi dalam bahan bakar reaktor nuklir. reaktor jenis ini tidak
memiliki moderator neutron, dan menggunakan bahan pendingin yang kurang
memoderasi neutron. Untuk tetap menjaga agar reaksi nuklir berantai tetap
berjalan maka diperlukan bahan bakar yang mempunyai bahan belah (fissile
material) dengan kandungan uranium 235 yang lebih tinggi (lebih dari
20 %). Reaktor cepat mempunyai potensi menghasilkan limbah trasnuranic
yang lebih kecil karena semua aktinida dapat terbelah dengan menggunakan
neutron cepat, namun reaktor ini sulit untuk dibangun dan mahal dalam
pengoperasiannya.
Reaksi berantai
pada Atom
Beberapa unsur berat, seperti uranium,
thorium, dan plutonium, mengalami fisi spontan (yang merupakan salah satu
bentuk peluruhan radioaktif) dan fisi terinduksi (salah satu bentuk reaksi
nuklir). Isotop unsur yang mengalami fisi terinduksi saat terkena neutron bebas
disebut fisionabel; isotop yang mengalami fisi saat terkena neutron termal juga
disebut fisil. Beberapa fisil dan isotop tertentu (terutama 235U dan 239Pu)
disebut bahan bakar nuklir karena dapat menopang reaksi berantai. Semua isotop
fisionabel dan fisil mengalami sedikit fisi spontan, yang melepaskan beberapa
neutron bebas ke bahan bakar nuklir. Neutron tersebut akan dengan cepat lepas
dari bahan bakar dan menjadi neutron bebas, dengan rata-rata 15 menit sebelum
meluruh menjadi proton dan partikel beta. Akan tetapi, neutron hampir selalu
berdampak dan diserap oleh nuklei lain di daerah sekitar sebelum ini terjadi
(neutron fisi yang baru terbentuk bergerak dengan kecepatan 7% laju cahaya).
Beberapa neutron akan memengaruhi nuklei bahan bakar dan memicu fisi lanjutan,
yang melepaskan lebih banyak neutron. Jika bahan bakar nuklir dikumpulkan di
satu tempat, atau jika neutron yang lepas dapat ditahan, maka neutron yang baru
saja dihasilkan tersebut melebihi neutron yang lepas, dan reaksi berantai
nuklir terus-menerus akan berlangsung.
4. Apa yang dimaksud dengan zat radioaktif?
Jawab
Zat radioaktif adalah zat yang tidak mempunyai isotop stabil, sehingga
disebut juga radioisotop.zat tersebut dapat memancarkan sinar radiasi yang
disebut sinar radioaktif, berupa sinar alfa(α), sinar beta(β), sinar
gamma(γ).Radioisotop adalah isotop tidak stabil yang memancarkan radiasi secara
spontan dan terus-menerus. Jika jumlah neutron dalam suatu inti sama dengan
jumlah proton, maka inti akan stabil atau non radioaktif. Tetapi jika dalam
inti jumlah neutron tidak sama dengan jumlah proton, maka inti menjadi tidak
stabil. Semakin banyak perbedaan jumlah neutron dengan jumlah protonnya , maka
semakin tidak stabil dan semakin cepat pula inti itu melepaskan kelebihan
energinya dalam bentuk sinar radiasinya. Pada tahun 1900 Rutherford menemukan
sinar alfa(α), dan sinar beta(β) dan pada tahun yang sama sinar gamma(γ)
ditemukan oleh P.Villard.
5. Bagaimana prinsip kerja PLTN yang memakai BWR dan bagaimana yang memakai
PWR? Bandingkan untung ruginya!
Jawab
BWR (Boiling Water Reactor)
Karakteristika unik dari reaktor air
didih adalah uap dibangkitkan langsung dalam bejana reaktor dan kemudian
disalurkan ke turbin pembangkit listrik. Pendingin dalam bejana reaktor berada
pada temperatur sekitar 285 oC dan tekanan jenuhnya sekitar 70 atm. Reaktor ini
tidak memiliki perangkat pembangkit uap tersendiri, karena uap dibangkitkan di
bejana reaktor. Karena itu pada bagian atas bejana reaktor terpasang perangkat
pemisah dan pengering uap, akibatnya konstruksi bejana reaktor menjadi lebih
rumit. Konstruksi reaktor BWR diperlihatkan pada sedangkan pada ditunjukan
perkembangan teknologi reaktor BWR.
PWR (Pressure Water Reactor)
Pada PLTN tipe PWR, air sistem
pendingin primer masuk ke dalam bejana tekan reaktor pada tekanan tinggi dan
temperatur lebih kurang 290 oC. Air bertekanan dan bertemperatur tinggi ini
bergerak pada sela-sela batang bahan bakar dalam perangkat bahan bakar ke arah
atas teras sambil mengambil panas dari batang bahan bakar, sehingga
temperaturnya naik menjadi sekitar 320 oC. Air pendingin primer ini kemudian
disalurkan ke perangkat pembangkit uap (lewat sisi dalam pipa pada perangkat
pembangkit uap), di perangkat ini air pendingin primer memberikan energi panasnya
ke air pendingin sekunder (yang ada di sisi luar pipa pembangkit uap) sehingga
temperaturnya naik sampai titik didih dan terjadi penguapan. Uap yang
dihasilkan dari penguapan air pendingin sekunder tersebut kemudian dikirim ke
turbin untuk memutar turbin yang dikopel dengan generator listrik. Perputaran
generator listrik akan menghasilkan energi listrik yang disalurkan ke jaringan
listrik. Air pendingin primer yang ada dalam bejana reaktor dengan temperatur
320 oC akan mendidih jika berada pada tekanan udara biasa (sekitar satu
atmosfer). Agar pendingin primer ini tidak mendidih, maka sistem pendingin
primer diberi tekanan hingga 157 atm. Karena adanya pemberian tekanan ini maka
bejana reaktor sering disebut sebagai bejana tekan atau bejana tekan reaktor.
Pada reaktor tipe PWR, air pendingin primer yang membawa unsur-unsur radioaktif
dialirkan hanya sampai ke pembangkit uap, tidak sampai turbin, oleh karena itu
pemeriksaan dan perawatan sistem sekunder (komponen sistem sekunder: turbin,
kondenser, pipa penyalur, pompa sekunder dll.) menjadi mudah dilakukan. Pada
prinsipnya PWR yang dikembangkan oleh Rusia (disebut VVER) sama dengan PWR yang
dikembangkan oleh negara-negara barat. Perbedaan konstruksi terdapat pada
bentuk penampang perangkat bahan bakar VVER (berbentuk segi enam) dan letak
pembangkit uap.
PWR dan BWR memiliki perbedaan yang
besar dalam proses mengubah panas yang timbul di dalam reaktor untuk
menghasilkan uap. Pada BWR, air yang dipanaskan di dalam teras (bejana tekan)
langsung mendidih dan menjadi uap. Di dalam separator pada bagian atas bejana
tekan, uap ini dipisahkan dari bagian airnya, selanjutnya dialirkan ke turbin.
Pada PWR, air yang dipanaskan di dalam
teras (air pendingin primer) tidak mendidih di dalam teras, melainkan dalam
kondisi bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi dialirkan ke luar dari bejana
tekan, dan dikirim ke pembangkit uap. Di dalam pembangkit uap air pendingin
sekunder dipanaskan dengan panas dari air pendingin primer yang keluar dari
bejana reaktor dan berubah menjadi uap.
BWR berhubungan langsung dengan turbin
sehingga tidak memiliki saluran pipa untuk air pendingin sekunder. Pada PWR,
air pendingin primer bersuhu dan bertekanan tinggi mengalir ke pembangkit uap
selanjutnya kembali lagi ke dalam teras tanpa mengalami pendidihan. Selain itu
terdapat saluran air pendingin sekunder yang mengalirkan uap dari pembangkit
uap ke turbin. Saluran air pendingin primer dan sekunder tidak saling
berhubungan sehingga membentuk dua buah loop yang berbeda.
Jadi, dua tipe reaktor ini memiliki
perbedaan dalam hal perlengkapan dan kondisi operasi seperti di bawah ini:
|
|
Pembangkit uap
|
Pressurizer
|
Separator
|
Tekanan bejana
|
|
BWR
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
Berada di bagian atas bejana
|
70 atm, 285°C
|
|
PWR
|
Ada
|
Ada
|
Terdapat di dalam pembangkit uap
|
157 atm, 320°C
|
Untuk
BWR, materi yang bersifat korosif pada pipa dan bejana tekan
teraktivasi oleh neutron dan tercampur di dalam uap air, sehingga
penanganan radiasi mencakup area yang luas mulai dari gedung reaktor sampai
gedung turbin.
Untuk
PWR, radiasi tidak mencapai bagian turbin karena pendingin primer dan sekunder
dipisahkan oleh pembangkit uap. Ini merupakan salah satu kelebihannya, walaupun
pembangkit uap disusun oleh banyak pipa kecil penghantar panas yang adakalanya
mengalami korosi dan retak.
Selain
pembangkit uap, terdapat perbedaan pompa yang mengalirkan air pendingin ke
dalam bejana tekan. Di dalam BWR yang digunakan adalah pompa resirkulasi,
sedangkan pada PWR pompa pendingin primer.
Pompa
resirkulasi adalah alat untuk memudahkan pengendalian daya dan untuk
meningkatkan kapasitas. Di dalam PWR, air yang telah melewati pembangkit uap
akan kembali ke bejana tekan. Alat untuk mengalirkan air ini adalah pompa
pendingin primer. Pada daya yang sama (1100MWe) BWR membutuhkan 2 buah pompa,
sedangkan PWR 4 buah pompa.
Selain
perbedaan tersebut di atas, terdapat juga perbedaan pada teras, batang bahan
bakar, batang kendali dan lainnya.
Di dalam
PWR bahan bakar tersusun secara rapat sehingga untuk menghasilkan daya yang
sama hanya memerlukan volume sekitar setengah dari BWR, namun karena tekanannya
tinggi maka dinding bejana tekan PWR lebih tebal daripada BWR.
Sebaliknya,
BWR memiliki teras dengan volume yang lebih besar daripada PWR karena di
dalamnya terdapat separator, pompa jet dan lainnya.
Untuk
batang kendali, pada PWR dimasukkan dari bagian atas, sedangkan BWR dimasukkan
dari bagian bawah.
6. Mengapa pada BWR dan juga pada PWR harus dipakai uranium yang
diperkaya sebagai bahan bakar?
Jawab
Di dalam teras
reaktor, bahan bakar nuklir 235U dibakar untuk mendapatkan panas yang dapat
dimanfaatkan. Pembakaran merupakan satu-satunya proses produktif dalam daur
bahan bakar nuklir. Tempat dan lamanya 235U dibakar di dalam teras diatur
melalui program pengelolaan bahan bakar sehingga dapat dicapai tingkat
pembakaran yang optimum. Umumnya bahan bakar rata-rata berada dalam teras
reaktor selama 3-4 tahun. Dalam
proses pembakaran ini dikenal adanya istilah derajad bakar (burn-up) yang
dipakai untuk menyatakan jumlah bahan bakar yang terbakar/melakukan reaksi
fisi. Derajad bakar dapat dinyatakan dalam beberapa cara, yang paling populer
adalah dengan satuan MWd/tonU (jumlah energi yang telah dihasilkan dalam Mega
Watt-hari/MWd dari tiap ton uranium /tonU). Makin tinggi derajad bakar,
makin murah biaya pembangkitan energi nuklir, mengurangi frekwensi penggantian
bahan bakar, mengurangi biaya pabrikasi dan lebih sedikit bahan bakar bekas
sehingga menghemat biaya penyimpanan bahan bakar bekas. Dewasa ini derajad
bakar tertinggi yang dapat dicapai adalah 40.000-60.000 MWd/tonU untuk bahan
bakar diperkaya, dan paling rendah adalah 10.000-15.000 MWd/tonU untuk bahan
bakar uranium alam.
7. Jelaskan bagaimana daya yang dihasilkan reaktor nuklir diatur!
Jawab
·
Bahan bakar terdapat dalam teras reaktor
diatur sedemikian rupa hingga luas permukaannya cukup besar untuk memperbesar
perpindahan kalor yang dihasilkan oleh bahan bakar.
·
Pendingin (primer) cairan/gas yang mempunyai
sifat-sifat perpindahan kalor yang baik, berfungsi untuk mendinginkan bahan
bakar. Kadang-kadang pendingin primer berfungsi pula sebagai moderato.
·
Moderator berfungsi untuk menurunkan energi
neutron dari energi tinggi. Moderator harus mempunyai sifat-sifat kemampuan
menghamburkan neutron besar, tetapi kemampuan penyerapannya kecil. Seperti yang
akan diterangkan kemudian moderator dipilih dari unsur-unsur yang mempunyai A
kecil agar penurunan energi per tumbukan dapat besar.
·
Batang kendali terbuat dari bahan yang
mempunyai serap neutron yang sangat besar berfungsi untuk mengendalikan jumlah
populasi neutron yang terdapat di dalam reaktor, jadi juga mengendalikan jumlah
reaksi fisi yang terjadi.
·
Perisai (shielding)
menahan radiasi yang dikeluarkan oleh inti-inti hasil fisi, agar para pekerja
dapat melakukan tugas-tugasnya di sekitar reaktor dengan aman.
·
Pemindah kalor (heat exchanger) pendingin primer biasanya merupakan suatu rangkaian
tertutup, artinya pendingin primer dikembalikan lagi oleh pompa ke reaktor
setelah kalor yang dibawa dari reaktor dipindahkan ke pendingin sekunder di
dalam alat penukar kalor.
8. PLTN yang memakai reaktor tipe apa yang dapat memakai uranium dari
alam (tidak diperkaya) sebagai bahan bakar?
Jawab
PLTN yang menggunakan uranium dari
alam yaitu tipe AGR. Dalam pembangunan PLTN tipe AGR, satu
pembangkit listrik terdiri dari dua unit reaktor, masing-masing mempunyai daya
650 MWe. PLTN tipe AGR yang pertama kali dibangun adalah PLTN Dungeness B pada
tahun 1966, dilanjutkan dengan PLTN Hinkly point B pada tahun 1967. Walaupun
PLTN Dungeness B adalah PLTN AGR yang pertama dibangun, tetapi karena adanya
persoalan-persoalan di lapangan yang mengharuskan adanya perubahan disain agar
dapat memenuhi persyartan keselamatan, maka awal pengoperasiannya baru dapat
dimulai pada tahun 1980. PLTN AGR Hinkly Point telah mulai dioperasikan lebih
dahulu (tahun 1976) dari pada PLTN Dungeness.
Perkembangan selanjutnya, berdasarkan
pada PLTN AGR Hinkly Point B dibangun PLTN Hunterston dan mulai dioperasikan
pada tahun 1976. Setelah tahun 1980 dibangun tiga PLTN, yaitu Hartlepool,
Heysham A, dan B. Setelah beroperasinya PLTN AGR yang terakhir (PLTN Torness)
pada tahun 1989 tidak ada lagi rencana pembangunan PLTN tipe AGR. Dari 14
reaktor pada 7 buah PLTN tipe AGR yang telah dibangun dihasilkan daya 9240 MWe,
seperti terlihat pada. Parameter utama yang berkaitan dengan reaktor Torness
ke-2 diperlihatkan pada
Kelanjutan dari reaktor AGR di Inggris
adalah Reaktor Air Berat Pembangkit Uap (Steam Generated Heavy Water Reactor,
SGHWR). Reaktor tipe SGHWR yang berhasil dibangun dan dioperasikan adalah
reaktor model Winfrith 102 MWe. Reaktor ini berhasil diwujudkan, tetapi karena
dari sudut ekonomi dipandang kurang baik, maka PLTN tipe ini tidak muncul.
Akhirnya Inggris memutuskan PLTN tipe reaktor air tekan sebagai PLTN lanjutan
yang akan dibangun. PLTN reaktor air tekan (PWR) pertama yang dibangun adalah
Sizewell B 1258 MWe yang akhirnya mulai beroperasi pada tahun 1995. Setelah ini
tidak ada lagi rencana pembangunan PLTN di Inggris, dan berhenti pada
posisi/status 1 buah PLTN tipe reaktor air tekan. Sumbangan daya dari PLTN AGR
sebesar 9240 MWe adalah cukup besar. Faktor utilitas rata-rata pada tahun 1991
belum memadai, tetapi setelah tahun 1993 berubah menjadi 60 %.
9. Apa yang dimaksud dengan limbah PLTN?
Jawab
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
(PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan
diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. PLTN termasuk
dalam pembangkit daya base load, yang dapat bekerja dengan baik ketika daya
keluarannya konstan (meskipun boiling water reactor dapat turun hingga setengah
dayanya ketika malam hari). Daya yang dibangkitkan per unit pembangkit berkisar
dari 40 MWe hingga 1000 MWe. Unit baru yang sedang dibangun pada tahun 2005
mempunyai daya 600-1200 MWe. Hingga saat ini, terdapat 442 PLTN berlisensi di
dunia dengan 441 diantaranya beroperasi di 31 negara yang berbeda. Keseluruhan
reaktor tersebut menyuplai 17% daya listrik dunia.
10. Sebutkan untung rugi PLTN dibandingkan PLTU yang memakai bahan
bakar batu bara!
Jawab
PLTU
Untung:
Efisiensi
Tinggi. Cocok untuk memenuhi beban dasar. Daya yang dihasilkan besar. Bisa
menggunakan segala jenis bahan bakar (cair, padat, atau gas). Biaya perawatan
murah (penggantian suku cadang tidak terlalu sering). Usia mesin lebih lama.
Tidak terlalu sering diadakan pemeriksaan bagian –bagian turbin
Rugi:
Proses start
lama. Membutuhkan lahan yang luas. Membutuhkan air pendingin yang cukup banyak
sehingga biasanyaditempatkan didaerah yang dekat dengan sumber air yang
melimpah. Investasi awal mahal. Proses pembangunan lama. Emisi gas buang tidak
ramah lingkungan (biasanya untuk bahan bakar batubara atau residu).
PLTN
Untung:
Tidak
menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca
hanya dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat dinyalakan dan hanya sedikit
menghasilkan gas)Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas-gas berbahaya
seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida,
partikulate atau asap fotokimia.Sedikit menghasilkan limbah padat (selama
operasi normal)Biaya bahan bakar rendah – hanya sedikit bahan bakar yang
diperlukan. Ketersedian bahan bakar yang melimpah – sekali lagi, karena sangat
sedikit bahan bakar yang diperlukan.
Rugi:
Risiko
kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar adalah kecelakaan Chernobyl
(yang tidak mempunyai containment building).Limbah nuklir – limbah radioaktif
tingkat tinggi yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar